You And The Art Of Basara . . .
Rabu, 24 Juni 2009 - Label: Art, Opening, Welcome - 2 Comments
Aku ucapin selamat dateng bagi kamu - kamu yang udah berhasil nemplok di situs ini atau mungkin nyasar ke situs ini, dan selamat juga bagi kamu yang udah mau nyempatin waktunya untuk baca sebentar di situs ini kamu ga' bakalan dapetin kupon belanja gratis ataupun permen lolipop (red: yaaah!), tapi yang bakalan kamu dapetin adalah karya - karya bebas, cerita - cerita inspiratif, kreatif, imaginatif sekaligus kekonyolan mengundang tawa dan airmata yang terjadi nyata dalam kehidupan yang fana ini (red: terlalu dramatis neh!) dimana yang akan menjadi korbanya telah di samarkan namanya, identitasnya, tempat kejadianya, bahkan wajah orangnya (red: kejam banget !) .
Pembuatan situs terinspirasi oleh kang Jonru (red: trim's kang!) yang telah mengajarkan kiat - kiat bagaimana caranya menulis bebas sehingga efek bagi penulis sendiri bagaikan sang Volcano yang siap menyembur ledakan isi perutnya dan menunjukkan kalau ledakan itu sangat dahsyat tapi tenang penulis tidak akan menyembur ledakkan isi perut (red: syukurlah !) karena yang akan di sembur ledakkan adalah isi dari otak kanan penulis (red: haaaah! aku terkejut bagai tersambar petir)(penulis: ha ha ha! syukurin), selain itu situs ini juga merupakan tempat pemanasan bagi penulis sendiri sebelum memulai untuk menulis karya - karya yang nantinya akan menjadi masterpiece (>>baca about<<), ini juga salah satu kiat bagi penulis untuk menghasilkan karya yang bagus dan yang nantinya mudah - mudahan dapat di terima di hati teman - teman semua (red: Amin!).
Satu lagi info yang perlu di ketahui kalau kadang-kadang atau lebih tepatnya lebih sering mengganggu (red: hehehe!) di tengah-tengah terdapat kata "red:" dalam kurung itu adalah kata-kata dari redaksi situs ini (red: salam kenal!) sekaligus sebagai bumbu pemanis yang memberikan warna berbeda dalam situs ini (red: emang bumbu bisa di pake utk mewarnai ya? baru tau!), bagi penulis kalau tidak ada redaksi tercinta (red: cinlok ni ceritanya!) bagai sayur kurang bumbu (red:kurang garam kaleee!)(penulis: whateverlah!). so met baca aj bagi kamu yang udah nyempetin nyasar di situs ini, penulis yakin (red: sumpe lo!) ini akan menjadi inspirasi bagi kita semua terutama bagi diri penulis sendiri. Akhir kata wabillah hi taufik wal hidayah Wasalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatu (red: Wa'alaikum Salam Warohmatullahi Wabarokatu).
READ MORE - You And The Art Of Basara . . .
Pembuatan situs terinspirasi oleh kang Jonru (red: trim's kang!) yang telah mengajarkan kiat - kiat bagaimana caranya menulis bebas sehingga efek bagi penulis sendiri bagaikan sang Volcano yang siap menyembur ledakan isi perutnya dan menunjukkan kalau ledakan itu sangat dahsyat tapi tenang penulis tidak akan menyembur ledakkan isi perut (red: syukurlah !) karena yang akan di sembur ledakkan adalah isi dari otak kanan penulis (red: haaaah! aku terkejut bagai tersambar petir)(penulis: ha ha ha! syukurin), selain itu situs ini juga merupakan tempat pemanasan bagi penulis sendiri sebelum memulai untuk menulis karya - karya yang nantinya akan menjadi masterpiece (>>baca about<<), ini juga salah satu kiat bagi penulis untuk menghasilkan karya yang bagus dan yang nantinya mudah - mudahan dapat di terima di hati teman - teman semua (red: Amin!).
Satu lagi info yang perlu di ketahui kalau kadang-kadang atau lebih tepatnya lebih sering mengganggu (red: hehehe!) di tengah-tengah terdapat kata "red:" dalam kurung itu adalah kata-kata dari redaksi situs ini (red: salam kenal!) sekaligus sebagai bumbu pemanis yang memberikan warna berbeda dalam situs ini (red: emang bumbu bisa di pake utk mewarnai ya? baru tau!), bagi penulis kalau tidak ada redaksi tercinta (red: cinlok ni ceritanya!) bagai sayur kurang bumbu (red:kurang garam kaleee!)(penulis: whateverlah!). so met baca aj bagi kamu yang udah nyempetin nyasar di situs ini, penulis yakin (red: sumpe lo!) ini akan menjadi inspirasi bagi kita semua terutama bagi diri penulis sendiri. Akhir kata wabillah hi taufik wal hidayah Wasalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatu (red: Wa'alaikum Salam Warohmatullahi Wabarokatu).
Me n The Masterpiece . . .
- Label: Masterpiece - 1 Comments
Entah kenapa ??? (red: emang kenapa?) Aku ga’ ngerti dan ga’ pernah ngerti (red: makanya belajar biar ngerti !) selalu ada cobaan untuk menyelesaikan si Masterpiece (red: sabar - sabar), seorang ihsan dan sore yang mengganggulah, kucing arab minta chatinglah (red: aaah, kucing bisa chating??? dari Arab pula !!!), masalah ini itu lah dan masih banyak lagi (red: belom lagi cucian), Aku harus jalani semua itu untuk menghasilkan masterpiece yang benar – benar akan menggugah, seperti yang Kang Jonru bilang untuk menghasilkan santan yang baik sebuah kelapa akan mengalami proses yang panjang dan bisa dikatakan menyakitkan untuk mendapatkan santan yang baik dan siap di nikmati (red: apalagi di tambah bubur kacang ijo!)(penulis: kolor kalee ijo ^_^,,), emang dasar Aku orangnya pantang menyerah (red: ah masa sih?) Aku bertekad apapun masalah yang menghadang, Aku akan tetap menyelesaikang sang Masterpiece, Aku akan menjadi santan yang siap untuk dinikmati (red: aaah jadi santan? yang bener aj lo?), suka menolong, baik hati, berguna bagi nusa dan bangsa (red : stop . . .stop bukanya lo mau jadi santan doang!?) serta bermanfaat bagi orang banyak . . . Amin
Cinta di Ufuk Timur . . .
Selasa, 23 Juni 2009 - Label: Cinta - 0 Comments
Senja hampir tiba . . . memberikan cahaya keemasan dengan eloknya, indah sang Illahi Maha Agung melukis langit, duduk di salah satu kota, ternyata dirundung duka dalam hatinya, Lukisan Illahi Maha Agung tak cukup menghiburnya, dalam sendiri Ia tersenyum duka.
Vika tampak tersenyum begitu senja hampir tiba, namun siapapun akan tau jika melihat senyumanya itu adalah awan kelabunya, Ia tampak sibuk menata rambutnya yang elok tergurai, tampak sibuk menutupi awan di matanya, namun semakin ia berusaha semakin nampaklah kelabu itu . . .
"Aku ga' boleh sedih di hadapanya . . ., Aku tidak akan membuatnya sedih, Aku sangat menyayanginya . . ., Dia harus tau itu"
Itulah pekikan lirih hati seorang Vika jika ia sedang berusaha untuk menghilangkan awan kelabu yang kini menutupinya. Namun seperti biasa Ia semakin tak bisa menghapus kelabunya.
Vika memutuskan untuk mengenakan kacamatanya kali ini, Ia yakin tak ada yang bisa melihat kelabu itu jika mengenakan kacamata, namun ia lupa kalau hujan di awan kelabu itu sulit di bendung.
"Vika kamu mau kemana sayang . . ."
"Bara udah menunggu Bunda . . .!!! Vi ga' boleh telat kali ini . . .Vi keliatan cantik kan Bunda?"
Vika tersenyum melihat wajahnya yang elok di cermin, sang Bunda hanya bisa menangis . . ., Bunda bisa melihat awan kelabu itu dengan jelas . . .
"Bunda kenapa? jangan nangis dong !!!" semakin Vika menenangkan bundanya semakin jatuh air mata bundanya, Vi mengambil sehelai tisyu menghapus air mata bundanya . . .
"Vi . . . ., Bara . . . ."
"Vi pergi dulu ya Bunda !!!" belum sempat bundanya berbicara dengan setengah menangis Vi segera beranjak pergi (Bersambung . . .)
READ MORE - Cinta di Ufuk Timur . . .
Vika tampak tersenyum begitu senja hampir tiba, namun siapapun akan tau jika melihat senyumanya itu adalah awan kelabunya, Ia tampak sibuk menata rambutnya yang elok tergurai, tampak sibuk menutupi awan di matanya, namun semakin ia berusaha semakin nampaklah kelabu itu . . .
"Aku ga' boleh sedih di hadapanya . . ., Aku tidak akan membuatnya sedih, Aku sangat menyayanginya . . ., Dia harus tau itu"
Itulah pekikan lirih hati seorang Vika jika ia sedang berusaha untuk menghilangkan awan kelabu yang kini menutupinya. Namun seperti biasa Ia semakin tak bisa menghapus kelabunya.
Vika memutuskan untuk mengenakan kacamatanya kali ini, Ia yakin tak ada yang bisa melihat kelabu itu jika mengenakan kacamata, namun ia lupa kalau hujan di awan kelabu itu sulit di bendung.
"Vika kamu mau kemana sayang . . ."
"Bara udah menunggu Bunda . . .!!! Vi ga' boleh telat kali ini . . .Vi keliatan cantik kan Bunda?"
Vika tersenyum melihat wajahnya yang elok di cermin, sang Bunda hanya bisa menangis . . ., Bunda bisa melihat awan kelabu itu dengan jelas . . .
"Bunda kenapa? jangan nangis dong !!!" semakin Vika menenangkan bundanya semakin jatuh air mata bundanya, Vi mengambil sehelai tisyu menghapus air mata bundanya . . .
"Vi . . . ., Bara . . . ."
"Vi pergi dulu ya Bunda !!!" belum sempat bundanya berbicara dengan setengah menangis Vi segera beranjak pergi (Bersambung . . .)
What’s up You Babe . . .
- Label: Cinta Illahi - 0 Comments
Gilaaaaaa . . .zaman udah semaikin gila, kini melanda seorang Windu, seorang muslim sejati dikenal sangat alim oleh teman - temanya yang baru mengalami pubertas yang mempunyai hobi menulis ini tiba – tiba ingin menulis cerita porno tentang dirinya sendiri untuk memuaskan hasratnya yang berfantasi dengan gadis – gadis elok di kelasnya tak terkecuali gadis yang berjilbab sekalipun, dalam fantasinya itu Ia membayangkan kalau gadis –gadis sangat liar di hadapanya dan berpenampilanya seksi sangat kontras sekali dengan jilbab yang di kenakanya bahkan Windu berfikir kalau ia sedang di kelilingi gadis – gadis sexy dari sampul sebuah majalah dalam keadaan bugil, masa pubertasnya seperti tak dapat di kontrol dan Ia adalah Raja bagi pikiran liarnya.
Baginya tak terbendung lagi hasratnya, dan bagi seorang Windu , Ia merasa tak terpuaskan hasrat dan fantasinya itu jika tidak mengabadikanya dengan tulisan, ya dia memang hoby menulis sejak SD dulu dan jenis tulisanya pun bermacam – macam berkembang menurut umur yang di sandangnya, dulu sewaktu di Bangku SD Windu dengan karya perdananya menulis dengan Judul “Si Kancil yang Licik akhirnya Tobat”, lalu beranjak SMP ia sudah mulai menulis dengan Judul “Petualangan Alin dan lima teman khayalan” Kini telah beranjak SMA Ia sudah berani dengan Judul “Mereguk Cinta Di Atas Rembulan” yang jika di baca sinopsisnya tak lebih tak kurang seperti Alur Cerita Panas yang membuat pembacanya menahan nafas, menelan ludah dan berpelu keringat dan akhirnya terkulai puas.
Pada awalnya Windu yang sudah lama di kenal teman – temanya sangat berperilaku Muslim bin Alim dan teman – temanya juga mengenalnya sebagai seorang pujangga sholeh yang membuat sajak – sajak islami yang sangat indah menggugah hati membangun jiwa “Do’a Malam”, “Sya’ir Illahi”, “Ukiran sang Pencipta”, lalu karya novelnya yang menggugah membangun jiwa dan terkenal di kalangan teman – temanya “Di Atas Singgasana Cinta Illahi”, hingga akhirnya karya – karyanya berubah drastis dari Alur Islami menggugah Jiwa menjadi Alur cerita Panas menggugah syahwat setelah Ia membuat karya islami terakhirnya “Asma Cinta Dan Cinta” yang masih setengah jadi, pada dasarnya sinopsis karya itu hanya menceritakan kisah perjuangan cinta seorang Abu dan seorang Alif dengan seorang wanita yang bernama Cleo yang bisa dibilang sangat kaya dan selama hidupnya terkurung dalam sangkar emas yang akibat kediktatoran orang tuanya Ia tidak dapat mengenal Islam secara utuh, itu cerita yang sangat menggugah jiwa dan sangat mengharukan, tapi sayang pikiran sang penulis berubah drastis sewaktu Ia secara berlebihan mendiskripsikan ke-elokkan tubuh seorang Cleo.
“Hi Winduuuu . . . . .!!!” Nadya teman sekelas Windu mengejutkanya sewaktu ia sedang asyik terhanyut dengan Alur cerita panasnya
“Eh Na . . dya . . . . a...da apa?” dengan sedikit tergagap Windu menyapa dan segera menyembunyikan si “Mereguk Cinta di Atas Rembulan”
“Asma Cinta Dan Cinta – nya udah selesai belum, mau baca lanjutanya ni penasaran Nadya....!!!”
“O iya bentar lagi selesai ko’, kalau udah selesai ntar Windu kasi tau”
“Selesai dikit juga ga’ apa – apa ko’, itu ya ??? sini biar Nadya baca, walaupun sedikit juga ga’ apa-apa ko’!” Nadya menunjuk kumpulan kertas yang di sembunyikan Windu, dalam hati Windu berkata
“Ini bukan “Asma Cinta Dan Cinta” melainkan “Mereguk Cinta di Atas Rembulan “ gawat kalau sampai ketauan sama Nadya karena di dalamnya juga ada cerita tentang deskripsi ke-elokkan seorang Nadya . . . . kacau . . . kacau . . . .kacauuuuu”
“Eh . . . . jangan dulu !!! ga’ enak kalau baca setengah – setengah entar aja Full story nya Windu kasi”
“Berapa lama lagi Windu??? Nadya udah penasaran banget ni !!! ini kan udah seminggu paling tidak udah ada yang bisa di baca lanjutanya,, ya kan??” bagaikan seorang Bos yang meminta pertanggung jawaban sebuah proyek karena udah lewat batas deadline.
“1 minggu lagi ya !!!”
“Lama bangeeet . . . . Nadya ga’ bisa menunggu selama itu!!! 3 hari !!! Nadya pernah baca dari sebuah majalah seorang penulis sebenarnya bisa menyelesaikan sebua karya Novel hanya dalam waktu seminggu, naaaaah.....windu udah berapa lama tu??? Kan udah lebih dari seminggu 2 minggu bahkan kalau Nadya itung – itung berarti dalam 3 hari lagi udah bisa selesai, Nadya tunggu 3 hari lagi, kalau engga akan nadya ambil secara paksa Bye !!! ” tanpa basa – basi lagi setelah menceramahi Windu dengan teori “Sebuah karya Novel selesai dalam seminggu” Ia langsung pergi, di sisi lain Windu lega karena tidak seperti biasanya Nadya merampas dengan paksa karya – karya yang sedang di bikinya seperti karya “Asma Cinta dan Cinta” yang baru setengah jadi lalu Nadya datang dan merampasnya begitu saja dan tak berapa lama kemudian mendesak Windu untuk segera menyelesaikanya karena di landa rasa penasaran “Huuu !!!! Salah sendiri” gumam Windu dalam hati, namun disisi lainya lagi seakarang Windu dalam keadaan sangat terdesak ia harus segera meninggalkan alur cerita panasnya itu dan harus segera menyelesaikan kisah cinta membangun jiwa, mendekatkan diri kehadirat Illahi, sadar akan kekhilafan dan Cinta Illahi sang Maha Cinta yang tak ingin seorang Windu terlalu lama tersesat di jalan yang salah, sambil menyebut Asma Allah windu bersyukur karena sang Maha Cinta mengirimkan bidadari untuk menyadari kekhilafanya, membuang jauh “Mereguk Cinta di Atas Rembulan” dan kembali terhanyut akan kisah sang Maha Cinta “Asma Cinta dan Cinta” kembali terkisah.
READ MORE - What’s up You Babe . . .
Baginya tak terbendung lagi hasratnya, dan bagi seorang Windu , Ia merasa tak terpuaskan hasrat dan fantasinya itu jika tidak mengabadikanya dengan tulisan, ya dia memang hoby menulis sejak SD dulu dan jenis tulisanya pun bermacam – macam berkembang menurut umur yang di sandangnya, dulu sewaktu di Bangku SD Windu dengan karya perdananya menulis dengan Judul “Si Kancil yang Licik akhirnya Tobat”, lalu beranjak SMP ia sudah mulai menulis dengan Judul “Petualangan Alin dan lima teman khayalan” Kini telah beranjak SMA Ia sudah berani dengan Judul “Mereguk Cinta Di Atas Rembulan” yang jika di baca sinopsisnya tak lebih tak kurang seperti Alur Cerita Panas yang membuat pembacanya menahan nafas, menelan ludah dan berpelu keringat dan akhirnya terkulai puas.
Pada awalnya Windu yang sudah lama di kenal teman – temanya sangat berperilaku Muslim bin Alim dan teman – temanya juga mengenalnya sebagai seorang pujangga sholeh yang membuat sajak – sajak islami yang sangat indah menggugah hati membangun jiwa “Do’a Malam”, “Sya’ir Illahi”, “Ukiran sang Pencipta”, lalu karya novelnya yang menggugah membangun jiwa dan terkenal di kalangan teman – temanya “Di Atas Singgasana Cinta Illahi”, hingga akhirnya karya – karyanya berubah drastis dari Alur Islami menggugah Jiwa menjadi Alur cerita Panas menggugah syahwat setelah Ia membuat karya islami terakhirnya “Asma Cinta Dan Cinta” yang masih setengah jadi, pada dasarnya sinopsis karya itu hanya menceritakan kisah perjuangan cinta seorang Abu dan seorang Alif dengan seorang wanita yang bernama Cleo yang bisa dibilang sangat kaya dan selama hidupnya terkurung dalam sangkar emas yang akibat kediktatoran orang tuanya Ia tidak dapat mengenal Islam secara utuh, itu cerita yang sangat menggugah jiwa dan sangat mengharukan, tapi sayang pikiran sang penulis berubah drastis sewaktu Ia secara berlebihan mendiskripsikan ke-elokkan tubuh seorang Cleo.
“Hi Winduuuu . . . . .!!!” Nadya teman sekelas Windu mengejutkanya sewaktu ia sedang asyik terhanyut dengan Alur cerita panasnya
“Eh Na . . dya . . . . a...da apa?” dengan sedikit tergagap Windu menyapa dan segera menyembunyikan si “Mereguk Cinta di Atas Rembulan”
“Asma Cinta Dan Cinta – nya udah selesai belum, mau baca lanjutanya ni penasaran Nadya....!!!”
“O iya bentar lagi selesai ko’, kalau udah selesai ntar Windu kasi tau”
“Selesai dikit juga ga’ apa – apa ko’, itu ya ??? sini biar Nadya baca, walaupun sedikit juga ga’ apa-apa ko’!” Nadya menunjuk kumpulan kertas yang di sembunyikan Windu, dalam hati Windu berkata
“Ini bukan “Asma Cinta Dan Cinta” melainkan “Mereguk Cinta di Atas Rembulan “ gawat kalau sampai ketauan sama Nadya karena di dalamnya juga ada cerita tentang deskripsi ke-elokkan seorang Nadya . . . . kacau . . . kacau . . . .kacauuuuu”
“Eh . . . . jangan dulu !!! ga’ enak kalau baca setengah – setengah entar aja Full story nya Windu kasi”
“Berapa lama lagi Windu??? Nadya udah penasaran banget ni !!! ini kan udah seminggu paling tidak udah ada yang bisa di baca lanjutanya,, ya kan??” bagaikan seorang Bos yang meminta pertanggung jawaban sebuah proyek karena udah lewat batas deadline.
“1 minggu lagi ya !!!”
“Lama bangeeet . . . . Nadya ga’ bisa menunggu selama itu!!! 3 hari !!! Nadya pernah baca dari sebuah majalah seorang penulis sebenarnya bisa menyelesaikan sebua karya Novel hanya dalam waktu seminggu, naaaaah.....windu udah berapa lama tu??? Kan udah lebih dari seminggu 2 minggu bahkan kalau Nadya itung – itung berarti dalam 3 hari lagi udah bisa selesai, Nadya tunggu 3 hari lagi, kalau engga akan nadya ambil secara paksa Bye !!! ” tanpa basa – basi lagi setelah menceramahi Windu dengan teori “Sebuah karya Novel selesai dalam seminggu” Ia langsung pergi, di sisi lain Windu lega karena tidak seperti biasanya Nadya merampas dengan paksa karya – karya yang sedang di bikinya seperti karya “Asma Cinta dan Cinta” yang baru setengah jadi lalu Nadya datang dan merampasnya begitu saja dan tak berapa lama kemudian mendesak Windu untuk segera menyelesaikanya karena di landa rasa penasaran “Huuu !!!! Salah sendiri” gumam Windu dalam hati, namun disisi lainya lagi seakarang Windu dalam keadaan sangat terdesak ia harus segera meninggalkan alur cerita panasnya itu dan harus segera menyelesaikan kisah cinta membangun jiwa, mendekatkan diri kehadirat Illahi, sadar akan kekhilafan dan Cinta Illahi sang Maha Cinta yang tak ingin seorang Windu terlalu lama tersesat di jalan yang salah, sambil menyebut Asma Allah windu bersyukur karena sang Maha Cinta mengirimkan bidadari untuk menyadari kekhilafanya, membuang jauh “Mereguk Cinta di Atas Rembulan” dan kembali terhanyut akan kisah sang Maha Cinta “Asma Cinta dan Cinta” kembali terkisah.
Langgan:
Entri (Atom)